Categories

All

 
Salah satu hasil Workshop PTK PKn MGMP PKn Kabupaten Boyolali (17 Desember 2012 - 18 Februari 2013)

 



 

Diajukan Oleh:

1. Sri Mulyati, S. Pd

2. Sri Sudarmi, S. Pd

3. Suyatmi, S. Pd

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN Olah RAGA

TAHUN 2.013

 

 

BAB I

                                                       PENDAHULUAN          

 

A.      Latar Belakang

1.        Kondisi Awal

Berdasarkan pengamatan selama proses imunisasi meliputi pembelajaran, therapy terapi, keaktifan, Dan Koperasi Karyawan Bhakti Samudera sama Siswa kelihatan Masih kurang. Hal nihil ternyata mempengaruhi REVENUES Belajar Siswa. REVENUES Belajar Siswa bahasa Dari KKM Yang telah ditentukan bahasa Dari TOPIK "Demokrasi Dalam, Berbagai Aspek Kehidupan" diketahui bahwa bahasa Dari 23 Siswa Proforma mencapai KKM sejumlah 61% atau rata-rata Diskonto Siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Mojosongo 74,3%.

Dalam, melaksanakan proses imunisasi meliputi pembelajaran guru menyadari bahwa guru Masih menggunakan menggunakan metoda ceramah Saja Dan ternyata menggunakan metoda nihil Proforma efektif untuk meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dan REVENUES. Guru JUGA Proforma menggunakan Alat pembelajaran Yang memadai. Sumber Belajar Yang dimilki guru pun Proforma Maksimal.

 

Harapan

Bahasa Dari kondisi nihil, Peneliti berusaha memperbaiki kekurangan Yang ADA Illustrasi pembelajaran terkait Artikel Baru minat, Motivasi Belajar, keaktifan, Tanggung Jawab, keberanian bertanya Dan keberanian menjawab.

Illustrasi penelitian inisial Peneliti Akan menggunakan metoda analisis pembelajaran berpasangan melalui membuat pertandingan Artikel Baru Harapan REVENUES Belajar Siswa MENINGKAT.

2.        Masalah Yang Muncul

Seperti telah diuraikan di Yang Atas Siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Mojosongo Semerter 2 years ajaran 2012/2013 memiliki REVENUES Belajar PADA mata ajaran Pendidikan Kewarganegaraan Artikel Baru TOPIK "Demokrasi Dalam, Berbagai Aspek Kehidupan" rendah. Kondisi seperti inisial tentu Saja disebabkan oleh banyak faktor. Karena kompleksnya faktor penyebab, Maka guru mengalami kesulitan Akan Illustrasi menentukan sebuah tindakan Yang harus dilakukan.

Keaktifan Dan REVENUES Belajar Siswa di kelas VIII G SMP Negeri 1 Mojosongo Masih Ulasan Sangat rendah seperti Yang telah terjadi di kelas VIII G SMP Negeri 1 Mojosongo Semester 2 Tahun Ajaran 2012/2013. Illustrasi lingkungan kegiatan pembelajaran PKN Artikel Baru TOPIK "Demokrasi Dalam, Berbagai Aspek Kehidupan" Siswa kelihatan tidak tertarik mengikuti pembelajaran nihil sehingga ketika diadakan PENILAIAN Akhir pembelajaran REVENUES Belajar Siswa rendah. Keadaan seperti inisial memunculkan gagasan untuk melakukan tindakan Peneliti mengatasi masalahnya, yaitu melalui Penelitian Tindakan Kelas.

 

Rencana Tindakan

Tindakan Yang Akan dilakukan oleh Peneliti untuk mengatasi masalah nihil di Atas Artikel Baru adalah menggunakan metoda analisis Pembelajaran Membuat Pertandingan yang bervariasi Cara PADA Mata Pelajaran PKN Artikel Baru TOPIK "Demokrasi Dalam, Berbagai Aspek Kehidupan"  di kelas VIII G SMP Negeri 1 Mojosongo Semester 2 Tahun Ajaran 2012/2013.

Illustrasi pembelajaran berpasangan Peneliti menggunakan Alat Peraga Yang berupa kumpulan soal Dan jawaban Yang ditulis Illustrasi Kertas karton berukuran 15 x 20 cm.

                       

B.       Identifikasi Masalah

Peneliti mengidentifikasi masalah penelitian tindakan kelas Illustrasi inisial adalah sebagai berikut:

1. Rendahnya Motivasi Belajar.

2. Rendahnya keaktifan Siswa.

3. Guru menggunakan metoda analisis Yang tidak efektif.

4. Guru Proforma menggunakan Model pembelajaran Yang inovatif.

5. REVENUES Belajar Siswa rendah.

C.      Pembatasan Masalah

Penelitian Tindakan Kelas inisial dibatasi PADA penggunaan "Model Pembelajaran Berpasangan" untuk meningkatkan keaktifan Belajar Siswa PADA mata Pelajaran PKN Artikel Baru TOPIK "Demokrasi Dalam, Berbagai Aspek Kehidupan "di Kelas VIII Semester 2 G SMP Negeri 1 Mojosongo Tahun Ajaran 2012/2013.

Penggunaan Model pembelajaran berpasangan bertujuan untuk meningkatkan REVENUES Belajar Siswa Kelas VIII G SMP Negeri 1 Mojosongo Semester 2 Tahun Ajaran 2012/2013.

D.      Rumusan Masalah

Rumusan masalah Dalam, Penelitian Tindakan Kelas adalah sebagai berikut inisial;

1. "Apakah penggunaan Model Pembelajaran Berpasangan dapat meningkatkan keaktifan Belajar Siswa Kelas VIII G Semester 2 SMP Negeri 1 Mojosongo Tahun Ajaran 2012/2013?"

2. "Apakah penggunaan Model Pembelajaran Berpasangan dapat meningkatkan REVENUES Belajar Siswa PADA mata Pelajaran PKN Artikel Baru TOPIK" Demokrasi Dalam, Berbagai Aspek Kehidupan "BAGI Siswa Kelas VIII G Semester 2 SMP Negeri 1 Mojosongo Tahun Ajaran 2012/2013?"

 

 

E.       Tujuan Penelitian

1. Tujuan UMUM

Untuk meningkatkan keaktifan Siswa Dan REVENUES Belajar Siswa PADA mata pelajaran PKN.

2. Tujuan KHUSUS

Untuk meningkatkan keaktifan Dan REVENUES Belajar Siswa PADA mata pelajaran PKN Artikel Baru TOPIK "Demokrasi Dalam, Berbagai Aspek Kehidupan melalui penggunaan Model Pembelajaran Berpasangan BAGI Siswa kelas VIII G Semester 2 SMPN 1 Mojosongo Tahun Ajaran 2012/2013.

F.       MANFAAT Penelitian

 

1. MANFAAT Teoritis

Memberikan kontribusi terhadap pengembangan pengetahuan mengenai peningkatan keaktifan Dan REVENUES Belajar Siswa melalui Model Pembelajaran Berpasangan. 

Penghasilan kena pajak selesai melakukan penelitian hasilnya dapat dimanfaatkan BAGI penelitian selanjutnya.

2. MANFAAT Praktis

a. * Bagi Siswa

1) Dapat meningkatkan keaktifan Belajar Siswa.

2) Dapat meningkatkan REVENUES Belajar Siswa PADA mata pelajaran PKN Artikel Baru TOPIK Demokrasi Dalam, Berbagai Aspek Kehidupan.

b. * Bagi guru

1) Dapat meningkatkan kreatifitas guru Illustrasi pembelajaran.

2) Dapat meningkatkan profesionalisme guru.

c. * Bagi perpustakaan Sekolah

1) Dapat menambah Referensi tentang Mutu pembelajaran.

2) Dapat dijadikan sebagai acuan BAGI guru Lain Dalam, melakukan Penelitian Tindakan Kelas.

d. * Bagi Sekolah

1) Dapat meningkatkan Mutu Pendidikan di Sekolah.

2) Dapat memotivasi guru untuk melakukan Lain Penelitian Tindakan Kelas.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

                                                       

A.      Kajian Teori

 

1. Motivasi Belajar hakikat 

a. Hakekat Motivasi

Motivasi berasal Bahasa Dari motif. * Menurut Sumadi Suryabrata (1998:70) motif adalah keadaan Illustrasi Pribadi orangutan Yang mendorong individu untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai tujuan. Merurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 756) Yang dinamakan Motivasi adalah dorongan Yang Timbul bahasa Dari Diri seseorang secara Sadar untuk melakukan suatu tindakan Artikel Baru tujuan tertentu. Baru demikian Motivasi Belajar adalah kondisi psikologis Yang mendorong seseorang untuk Belajar. Kaitan Motivasi Artikel Baru Belajar dapat dioptimalkan Sesuai Artikel Baru kemampuan berikutnya Yang ADA PADA Diri Siswa.

* Menurut Sumadi Suryabrata (1998: 70) Ada doa macam Motivasi ANTARA lain (1) Motivasi intrinsik, (2) Motivasi ekstrinsik.

Faktor-faktor Yang mempengaruhi Motivasi * Menurut Weiner (1972) Illustrasi Margaret E Bell Gredler (1991:436) berpendirian bahwa ADA peristiwa internal yang bertindak sebagai Perantara Yang stimulus Tugas Dan tingkah laku individu berikutnya. Interpretasi Bahasa Dari Pendapat Weiner adalah bahwa setiap Akan bertindak, seseorang seolah-Olah ITU digerakkan oleh sesuatu Yang ADA di Illustrasi tubuhnya. Sehingga seseorang ITU berkeinginan melakukan sesuatu secara bertanggung Jawab Atas dirinya Sendiri.

Bahasa Dari Pendapat nihil Diatas dapat disimpulkan bahwa, Motivasi adalah suatu dorongan Yang Muncul Dalam, Bahasa Dari Diri individu seseorang dapat mempengaruhi seseorang Yang nihil melakukan suatu tindakan untuk mencapai Segala keinginan. Munculnya dorongan nihil karena ADA faktor bahasa Dari Illustrasi Diri seseorang Yang disebut faktor intern Artikel Baru Dan Yang Datang bahasa Dari Luar Diri seseorang disebut faktor ekstern.

b. Hakikat Belajar

Belajar merupakan proses penelaahan perubahan tingkah laku individu. Proses imunisasi meliputi perubahan ITU dilakukan melalui lingkungan kegiatan atau prosedur latihan, BAIK latihan laboratorium atupun di Customers Alamiah. Proses imunisasi meliputi di Dalam, Belajar Bukan hanya sekedar mengumpulkan pengetahuan, tetapi merupakan proses imunisasi meliputi Yang menyangkut jiwa Yang terjadi PADA Diri seseorang Yang berakibat terjadinya perubahan tingkah laku PADA dirinya.

Teori Gestalt Dalam, Yana Wardana (2010: 12) mengatakan, Belajar adalah proses imunisasi meliputi mengambangkan wawasan. Insight adalah perubahan terhadap hubungan antar bagian Dalam, suatu situasi permasalahan. Teori inisial menganggap bahwa wawasan adalah inti pembentukan tingkah laku bahasa Dari Yang mempunyai ciri-ciri: a) Kemampuan wawasan seseorang Tergantung kepada kemampuan EQUITY orangutan nihil. Kemampuan EQUITY nihil Tergantung pula PADA USIA Dan posisi individu Dalam, Kelompok, b) Insight dipengaruhi oleh pengalaman Masa lalunya Yang relevan, c) Insight dapat bergantung kepada pengaturan Dan penyediaan lingkungannya, d) Pengertian merupakan inti bahasa Dari wawasan, e) Apabila wawasan telah didapat, dapat digunakan untuk menghadapi persoalan Illustrasi situasi berbaring.

Sedangkan CT Morgan Illustrasi bukunya berjudul Yang Pengantar Psikologi (962) Illustrasi Yana Wardhana (2012:15) mengatakan, Belajar adalah suatu perubahan Yang relatif yang menetapkan tingkah laku Dalam, sebagai akibat atau REVENUES bahasa Dari pengalaman Masa Lalu. Kemudian GA Kimble mengatakan bahwa Belajar adalah perubahan relatif yang menetap Yang Illustrasi Potensi laku Yang terjadi sebagai akibat latihan bahasa Dari Artikel Baru akibat latihan bahasa Dari Artikel Baru Penguatan.

c. Motivasi Belajar hakikat

Bahasa Dari Penjabaran di Atas, Yang dimaksud Motivasi Belajar adalah kondisi psiklogis Yang mendorong seseorang untuk Belajar. Kaitan Motivasi Artikel Baru Belajar adalah bagaimana mengatur agar Motivasi dapat ditingkatkan REVENUES Belajar dapat optimal Sesuai Artikel Baru Yang ADA PADA kemampuan Diri Siswa. 

2. Hakikat REVENUES Belajar PKN

a. Hakikat Pembelajaran PKN

* Menurut Mohammad Asrori (2009:6) mengatakan bahwa secara UMUM pembelajaran merupakan suatu proses penelaahan perubahan tingkah laku Yang diperoleh melalui pengalaman individu Yang bersangkutan. Selanjutnya beliau mengatakan bahwa JUGA pembelajaran berlangsung melalui lima indera Alat kitd, yaitu: (a) penglihatan (visual), melihat kejadian suatu peristiwa, (b) pendengaran (auditory), mendengar suatu Pieter, (c) Pembauan (penciuman); bau MAKANAN membuat kitd lapar, (d) Rasa atau pengecap (taste), Lidah kitd merasa Dan dapat membedakan sentuhan ANTARA Dan dapat membedakan ANTARA permukaan Licin Dan permukaan Kasar.

Sedangkan * Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 years 2.003 Subsidiaries 1 (ayat 20) dinyatakan bahwa pembelajaran adalah proses imunisasi meliputi Interaksi Siswa Artikel Baru pendidik Dan Sumber Belajar PADA suatu Customers Belajar.

b. RUANG Lingkup Pembelajaran PKN

1) Menjelaskan Hakekat Demokrasi

2) Menjelaskan pentingnya kehidupan Demokrasi Dalam, bermasyarakat, berbangsa, bernegara Dan.

3) Menunjukkan SIKAP positif terhadap pelaksanaan Demokrasi Dalam, berbagai kehidupan.

c. Hakekat REVENUES Belajar PKN

REVENUES Belajar Yang dimaksudkan Illustrasi penelitian inisial adalah REVENUES Belajar PKN PADA TOPIK "Pelaksanaan Demokrasi Dalam, berbagai Aspek kehidupan"

d. Hakekat Demokrasi

1) Pengertian Demokrasi

Kata "Demokrasi" berasal Bahasa Dari bahasa Yunani, yaitu demos Dan cratos. Demos berarti rakyat sedangkan cratos berarti pemerintahan. Jadi Demokrasi adalah pemerintahan rakyat, atau pemerintahan bahasa Dari rakyat, oleh rakyat untuk rakyat Dan.

* Menurut C. Gould mengatakan bahwa Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan Yang di dalamnya rakyat memerintah Sendiri BAIK melalui Usage Langsung Dalam, merumuskan keputusan-keputusan Yang mempengaruhi mereka maupun Artikel Baru Cara memilih Wakil-Wakil mereka (Illustrasi jutmini Dan Winarno, 2004: 106).

* Menurut Abraham Lincoln mengatakan, Demokrasi adalah pemerintahan rakyat bahasa Dari, oleh rakyat untuk rakyat Dan (Illustrasi Jutmini Dan Winarno, 2004: 106).

2) Pentingnya kehidupan Demokrasi Dalam, bermasyarakat, berbangsa, bernegara Dan

a) Pentingnya Demokrasi Dalam, bermasyarakat

- Masyarakat dapat Hidup Sesuai Artikel Baru Harkat Dan martabatnya sebagai manusia.

- Masyarakat Akan saling bertoleransi, menghargai, menghormati berbagai perbedaan Dan atau asal-usul Hidup.

- Masyarakat dapat melaksanakan hak Dan kewajibannya secara lebih seimbang.

- Masyarakat Akan Kritis, Aktif, Dinamis Dan Kreatif karena diberi kebebasan beraktivitas Dan menyampaikan Pendapat.

- Masyarakat dapat menentukan pilihannya BAIK Illustrasi Kepemilikan Modal Politik maupun Kepemilikan Modal Yang berbaring.

b) Pentingnya Demokrasi Dalam, berbangsa

- Pemerintah berkewajiban memberi pengakuan terhadap hak asasi Warga `negara.

- Pemerintah berkewajiban menghomati Dan menghargai Harkat Dan martabat Kemanusiaan Yang dimiliki Warga `negara.

- Pemerintah berkewajiban mengakui Dan melaksanakan ketentuan bahwa Kedaulatan `negara di Tangan rakyat.

c) Pentingnya Demokrasi Dalam, bernegara

- Pelaksanaan Demokrasi Akan membuat rakyat untuk turut Serta (Ini lewat urun Pendapat) Illustrasi proses penelaahan Pembuatan berbagai PERATURAN perundang-Undangan.

- Pelaksanaan Demokrasi Akan memungkinkan rakyat berpartisipasi secara tidak Langsung Illustrasi proses penelaahan berbagai penyusunan kebijakan `negara.

- Negara berkewajiban mematuhi Dan melaksanakan Kedaulatan `negara di Tangan rakyat.

3) SIKAP positif terhadap pelaksanaan Demokrasi Dalam, berbagai kehidupan

a) SIKAP positif terhadap pelaksanaan Warga `negara Demokrasi Dalam, Pelanggan Customers Masyarakat:

- Masyarakat dapat Hidup berdampingan Artikel Baru * Semua Warga `negara Tanpa membeda-bedakan suku, agama, golongan Dan.

- Masyarakat dapat menyelesaikan masalah kemasyarakatan Artikel Baru jalan musyawarah untuk mencapai mufakat.

- Masyarakat dapat menerima Segala perbedaan Illustrasi Masyarakat.

- Masyarakat dapat menghidari Segala bentuk kekerasan terhadap orangutan berbaring.

b) SIKAP positif terhadap pelaksanaan Warga `negara Demokrasi Dalam, Pelanggan Customers Sekolah;

- Siswa dapat mengadakan pemilihan ketua OSIS Dan ketua kelas berikut kepengurusan masing-masing secara Bebas,, jujur ​​Dan adil.

- Menghindari Segala bentuk pemaksaan Dalam, setiap lingkungan kegiatan.

KONSOLIDASIAN - membeda-bedakan Teman Dalam, Belajar, bermain atau lingkungan kegiatan Lain.

- Memberi kesempatan untuk menyampaikan Pendapat Teman demi kebaikan Dan kemajuan.

c) SIKAP positif terhadap pelaksanaan Warga `negara Demokrasi Dalam, kehidupan berbangsa bernegara Dan:

- Kesediaan untuk melepas Jabatan Acute waktunya telah Tiba.

- Ketaatan terhadap Hukum Dan PERATURAN perundang-Undangan.

- Melakukan pergantian kepemimpinan secara Damai.

- Menjauhi KKN (Korupsi, kolusi Dan Nepotisme) Yang dapat merugikan `negara Dan rakyat.

- Melaksanakan pemilihan UMUM secara Bebas,, jujur ​​Dan adil.

3. Hakekat Pembelajaran Kooperatif 

Keberhasilan pembelajaran Bahasa Dari Ulasan Sangat ditentukan oleh pemilihan menggunakan metoda Belajar Yang ditentukan oleh guru. Sebab Artikel Baru penyajian pembelajaran secara manarik Akan membangkitkan Motivasi Belajar Siswa, sebaliknya Acute pembelajaran ITU disajikan Artikel Baru Cara Yang kurang menarik, membuat Motivasi Siswa rendah. Untuk menciptakan pembelajaran Yang menarik, upaya Yang harus dilakukan guru adalah memilih model yang tepat diharapkan pembelajaran Yang Akan meningkatkan aktivitas Siswa Belajar Dalam, sehingga REVENUES Belajar pun dapat ditingkatkan.

Salah Satu pendekatan pembelajaran Yang dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran kooperatif adalah Siswa. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran Yang dilakukan PADA Kelompok Kecil, yaitu Siswa Belajar Dan bekerja sama untuk sampai PADA pengalaman Kelompok. Esensi pembelajaran kooperatif ITU adalah Tanggung Jawab individu sekaligus Tanggung Jawab Kelompok, sehingga Illustrasi Diri Siswa SIKAP ketergantungan positif Yang menjadikan Koperasi Karyawan Bhakti Samudera kolmpok optimal.

PADA pembelajaran kooperatif terdapat saling ketergantungan positif antar anggota Kelompok. Siswa saling bekerja sama untuk mendapatkan REVENUES Belajar Yang lebih BAIK. Keberhasilan Kelompok Illustrasi mencapai tujuan Tergantung PADA Koperasi Karyawan Bhakti Samudera sama Yang kompak Dan SERASI Dalam, Kelompok ITU.

Baru memperhatikkan pengertian bahasa Dari pembelajaran kooperatif di Atas, Peneliti berpendapat bahwa pendekatan pembelajaran inisial Ulasan Sangat BAIK untuk meningkatkan aktivitas Belajar Siswa, sebab * Semua Siswa dituntut untuk bekerja Dan bergantung Jawab sehingga di Dalam, Koperasi Karyawan Bhakti Samudera Kelompok tidak ADA anggota Kelompok Yang asal Namanya Saja tercantum sebagai anggota Kelompok, tetapi harus * Semua Aktif.

a. MANFAAT Pembelajaran Kooperatif

1) Adanya keterlibatan intelektual-emosional Siswa melalui lingkungan kegiatan mengalami, menganalisis, berbuat, Dan pembentukan SIKAP.

2) Adanya keikutsertaan Siswa secara Aktif Kreatif Dan selama pelaksanaan pembelajaran.

3) Guru bertindak sebagai fasilitator, koordinator, mediator Dan motivator lingkungan kegiatan Belajar Siswa

b. Berbagai Model Pembelajaran Kooperatif

1) STAD (Student Divisi berpretasi)

Menggunakan metoda inisial dikembangkan oleh Robert Slavin Dan kawan-kawan bahasa Dari universitas John Hopkins. Menggunakan metoda inisial dipandang memucat Sederhana Dan memucat Langsung bahasa Dari pendekatan pembelajaran kooperatif.

2) Jigsaw

Menggunakan metoda inisial dikembangkan oleh Elliot Aronson Dan kawan-kawan bahasa Dari Universitas Texas, kemudian diadaptasi oleh Slavin Dan kawan-kawan.

3) GI (Group Investigation)

Menggunakan metoda inisial dirancang oleh Herbert Thelen, selanjutnya diperluas Dan diperbaiki oleh Sharn Dan kawan-kawan bahasa Dari Universitas Tel Aviv. Menggunakan metoda inisial dipandang sebagai menggunakan metoda Yang memucat Kompleks Dan memucat Sulit untuk dilaksanakan Illustrasi pembelajaran kooperatif.

4) Struktural

Menggunakan metoda inisial dikembangkan oleh Spence Kagan Dan kawan-kawan. Menggunakan metoda struktural menekankan PADA struktural-struktural KHUSUS Yang dirancang untuk mempengaruhi Pola-Pola Interaksi Siswa.

Teknik menggunakan metoda struktural ANTARA Lain: MENCARI Pasangan, Bertukar Pasangan, Berkirim Soal, bercerita Berpasangan, Dua Tinggal Dua Tamu, Dan Gemerincing Kancing.

5) MENCARI Pasangan (Membuat Pertandingan a)

Teknik Belajar Mengajar MENCARI pasangan (Membuat Pertandingan a) dikembangkan oleh Larana Curran (1994) salat Satu keunggulan Teknik inisial adalah Siswa MENCARI pasangan Sambil Belajar mengenai suatu konsep atau TOPIK Dalam, suasana Yang menyenangkan.

6) Bertukar Pasangan

Teknik Belajar Bertukar Pasangan Siswa memberi kesempatan untuk bekerja sama Artikel Baru orangutan berbaring.

7) Berkirim Salam Dan Soal

Teknik Belajar Mengajar berkirim salam Dan soal memberi kesempatan untuk melatih Siswa pengetahuan Dan ketrampilan mereka. Siswa membuat pertanyaan Sendiri sehingga Akan merasa lebih terdorong untuk Belajar Dan menjawab pertanyaan Yang dibuat oleh Teman-Teman sekelasnya.

8) Bercerita Berpasangan

Teknik Mengajar bercerita berpasangan ( Paired-Story telling ) dikembangkan sebagai pendekatan interaktif ANTARA Siswa, pengajar Dan bahkan pelajaran (Lie, 2004).

Teknik inisial menggabungkan lingkungan kegiatan membaca, menulis, mendengarkan Dan berbicara. BAHAN mata pelajaran Yang memucat cocok digunakan Artikel Baru Teknik inisial adalah BAHAN Yang bersifat naratif Dan deskriptif, namun tidak menutup kemungkinan dipakainya BAHAN-BAHAN Yang Lain.

9) Dua Tinggal Dua Tamu

Teknik Belajar Dua Tinggal Dua Tamu (Dua Tinggal Dua Tinggal) dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992) Dan Bisa digunakan Bersama Artikel Baru Teknik Kepala Bernomor. Teknik inisial Bisa digunakan Illustrasi * Semua mata pelajaran Dan untuk * Semua tingkatan USIA Anak didik.

10) Kancing Gemerincing

Teknik Belajar Mengajar Kancing Gemerincing dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992).

Illustrasi lingkungan kegiatan Kancing Gemerincing masing-masing anggota Kelompok mendapatkan kesempatan untuk memberikan kontribusi mereka Dan mendengarkan pandangan Dan pemikiran anggota Yang Lain.

c. Pembelajaran Membuat Match-

Pembelajaran di Sekolah sekarang inisial sudah bayak MULAI meninggalkan pembelajaran Yang bersifat bersifat konvensional atau pembelajaran Yang bersifat guru sentris. Hal inisial karena perkembangan Ilmu pengetahuan Dan Teknologi.

Lingkungan kegiatan Pembelajaran Membuat Pertandingan- dapat melatih Anak Kritis berfikir, melatih kreatifitas, melatih penalaran tingkat Tinggi, Dan memberikan keterampilan memecahkan masalah, kemanfaatannya BAGI Siswa. Namun Masih Proforma lengkap apabila Siswa nihil tidak dapat menerapkannya Dalam, Interaksi Artikel Baru orangutan berbaring. Di sinilah Peran guru sebagai fasilitator harus Mampu membawa Siswa untuk melibatkan Interaksi Artikel Baru orangutan berbaring.

Illustrasi melaksanakan tugasnya sebagai fasilitator, guru harus mempersiapkan terlebih PT KARYA CIPTA PUTRA Cara-cara Yang dapat dilaksanakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Cara nihil dapat Artikel Baru menggunakan Model pembelajaran "Membuat Pertandingan" Yang disampaikan oleh Larana Curran (1994) Membuat Pertandingan Dalam, bahasa Indonesia diterjemahkan Artikel Baru Model pembelajaran MENCARI pasangan. Dikatakan MENCARI pasangan karena Model pembelajaran inisial Siswa diminta untuk MENCARI pasangan bahasa Dari temannya Sendiri Yang mempunyai kesesuaian ANTARA pernyataan (soal) Artikel Baru jawaban Yang cocok.

* Menurut Larana Curran 1.994 Illustrasi Sugiyanto (2008: 47) langkah-langkah pembelajaran MENCARI pasangan ( Membuat Pertandingan a ) adalah:

1) Guru menyiapkan beberapa Kartu Yang berisi beberapa konsep atau TOPIK Yang mungkin cocok untuk Sesi ulasan.

2) Setiap Siswa mendapat Satu buah Kartu.

3) Setiap Siswa MENCARI pasangan Yang mempunyai Kartu Yang cocok Artikel Baru kartunya.

4) Setiap Siswa Yang dapat mencocokkan kartunya sebelum Batas waktu diberi titik.

5) Penghasilan kena pajak Satu Babak Kartu dikocok Lagi agar TIAP Siswa mendapat Kartu Yang berbeda sebelumnya.

6) Demikian seterusnya.

7) Kesimpulan.

8) Penutup.

 

B.       Penelitian Relevan

Berkaitan Artikel Baru upaya peningkatan REVENUES Belajar PKN, Suwadi, S.Pd (2009) Illustrasi penelitiaannya Yang berjudul "Penerapan Model Pembelajaran Membuat Pertandingan yang untuk meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dan REVENUES mata pelajaran PKN kelas VII D PADA SMP Negeri 1 Mojosongo Kabupaten Boyolali years pelajaran 2.008 / 2009.

Disimpulkan bahwa REVENUES Belajar PKN dapat ditingkatkan Artikel Baru menggunakan Pelanggan Customers sebagai Sumber Belajar. Hal inisial dibuktikan bahasa Dari kondisi Mutasi REVENUES Belajar Siswa Yang mencapai KKM ...% Penghasilan kena pajak dilakukan MENINGKAT menjadi ...% Artikel Baru REVENUES Ulangan rata-rata Siswa JUGA mengalami peningkatan bahasa Dari ... menjadi ...

C.      Kerangka Berpikir

Berangkat Bahasa Dari kondisi Mutasi guru Yang Proforma menggunakan menggunakan metoda pembelajaran Yang eferktif, Motivasi Siswa Dan REVENUES Belajar rendah. Maka dilakukan Penelitian Tindakan Kelas Artikel Baru menggunakan Model pembelajaran Membuat Pertandingan a.

PADA siklus 1

Peneliti melakukan berbagai tindakan, ANTARA Lain:

a. Peneliti menyusun perangkat pembelajaran ANTARA Lain: silabus, RPP Yang digunakan untuk pembelajaran PADA siklus 1

b. Membuat Kartu soal Dan Kartu jawaban Yang Akan digunakan oleh Peneliti untuk pembelajaran PADA siklus nihil.

c. Siswa PADA siklus Satu, Siswa Perempuan diberi Kartu soal, sedangkan diberi Siswa putra Kartu jawaban.

d. Penghasilan kena pajak Siswa diberi soal soal Kartu Kartu Dan jawaban, Siswa diberi waktu 10-15 menit untuk masing-MENCARI pasangannya masing di Luar kelas, apabila telah menemukan jawaban kemudian masuk kelas.

e. Penghasilan kena pajak * Semua Siswa menemukan pasangannya (pertanyaan Dan jawaban), Lalu masuk Ke kelas Dan Artikel Baru mempresentasikan pasangan masing-masing, apabila ADA Yang keliru Illustrasi MENCARI pasangan Maka Peneliti mewajibkan Siswa menemukan pasangannya Artikel Baru BENAR, namun apabila sudah BENAR, Peneliti memberikan penghargaan Dan memberikan hadiah untuk Siswa Yang Yang jawabannya memucat CEPAT Dan tepat. Peneliti JUGA memberikan Penguatan terhadap jawaban Siswa.   

PADA siklus 2

Peneliti melakukan berbagai tindakan, ANTARA Lain:

a. Peneliti menyusun perangkat pembelajaran ANTARA Lain: silabus, RPP Yang digunakan untuk pembelajaran siklus 2 PADA Artikel Baru Kompetensi Dasar menunjukkan SIKAP positif terhadap pelaksanaan Demokrasi Dalam, berbagai kehidupan.

b. Membuat Kartu soal Dan Kartu jawaban Yang Akan digunakan oleh Peneliti untuk pembelajaran PADA siklus nihil.

c. Siswa PADA siklus doa, Siswa putra diberi Kartu soal, sedangkan Siswa putri diberi Kartu jawaban.

d. Penghasilan kena pajak Siswa diberi soal soal Kartu Kartu Dan jawaban, Siswa diberi waktu 10-15 menit untuk masing-MENCARI pasangannya masing di Luar kelas, apabila telah menemukan jawaban kemudian masuk kelas.

e. Penghasilan kena pajak * Semua Siswa menemukan pasangannya (pertanyaan Dan jawaban), Lalu masuk Ke kelas Dan Artikel Baru mempresentasikan pasangan masing-masing, apabila ADA Yang keliru Illustrasi MENCARI pasangan Maka Peneliti mewajibkan Siswa menemukan pasangannya Artikel Baru BENAR, namun apabila sudah BENAR, Peneliti memberikan penghargaan Dan memberikan hadiah untuk Siswa Yang Yang jawabannya memucat CEPAT Dan tepat. Peneliti JUGA memberikan Penguatan terhadap jawaban Siswa.

                                                                               

D.      Hipotesis Tindakan

Hipotesis tindakan Yang disajikan Illustrasi penelitian inisial adalah "Melalui Model pembelajaran Membuat Pertandingan yang dapat meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Dan REVENUES PADA mata pelajaran PKN kelas VIII G semester 2 SMP Negeri 1 Mojosongo years pelajaran 2012/2013.

BAB III

Menggunakan metoda PENELITIAN

 

A.      Pengaturan

1. Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan selama 3 inisial month sejak tanggal 2 Desember 2.013 sampai Artikel Baru tanggal 28 month Februari 2013, Artikel Baru Pertimbangan bahwa berdasarkan identifikasi masalah Yang dihadapi Peneliti * Menurut Kalender Pendidikan Alokasi waktu pembelajaran PADA month Januari-Juni 2.013 .

Tidak

Lingkungan kegiatan

Desember

2.012

Januari

2.013

Februari

2.013

1.

Penyusunan Proposal

vv

2.

Penyusunan Instrumen Penelitian

v

3.

Pengambilan data

Siklus I

           

vv

Siklus II

              v

v v

4.

FARID Manajemen data

              

        v

5.

Pembahasan

        v

6.

Penyusunan DAFTAR ISI CONTENTS

              v

 

Atau

Tidak

Lingkungan kegiatan

Waktu

1.

Penyusunan Proposal

17-31 Desember 2.012

2.

Penyusunan Instrumen Penelitian

1 - 6 Januari 2.013

3.

Pengambilan data

Siklus I

7-21 Januari 2.013

Siklus II

22 Januari - 10 Februari 2013

4.

FARID Manajemen data

11 - 18 Februari 2.013

5.

Pembahasan

18 - 24 Februari 2.013

6.

Penyusunan DAFTAR ISI CONTENTS

25 - 29 Februari 2.012

 

2. Penelitian klien untuk membuka posisi

Penelitian tindakan kelas inisial dilakukan di kelas VIII G SMP Negeri 1 Mojosongo, Artikel Baru Pertimbangan Peneliti bertugas sebagai guru Mata Pelajaran PKN PADA SMP Negeri 1 Mojosongo.

Penelitian dilakukan di inisial SMP Negeri 1 Mojosongo Artikel Baru Pertimbangan:

a. Diskonto rata-rata PKN semester 1 tahun pelajaran 2012/2013, hanya 77, sedangkan KKM Yang sudah Kami tentukan 75, Peneliti merasa Diskonto Yang diperleh Siswa kurang memuaskan.

b. Peneliti Ingin berusaha memotivasi Siswa untuk berperan Aktif Dalam, lingkungan kegiatan Belajar Mengajar.

c. Proforma pernah diadakan penelitian Yang sama di SMP Negeri 1 Mojosongo, Kabupaten Boyolali, sehingga REVENUES penelitian inisial dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kinerja Sekolah 

B.       Subyek Penelitian

Subyek penelitian tindakan kelas Illustrasi penelitian inisial adalah Siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Mojosongo Kabupaten Boyolali

 

C.      Sumber data

1. Sumber data primer: Siswa kelas VIII G SMP Negeri 1 Mojosongo Tahun Pelajaran 2012/2013 sejumlah 23 Siswa.

2. Sumber data sekunder: Teman sejawat, berdasarkan pengamatan REVENUES Serta wawancara.

 

D.      Teknik Dan Alat Pengumpulan data

1. Teknik Pengumpulan data

a. Tes: Untuk mendapatkan Diskonto Ulangan / REVENUES Belajar Siswa

b. Non-tes: Untuk pengamatan Dan wawancara

2. Alat Pengumpulan data

a. Teknik tes: Alatnya adalah instrumen / butir soal (soal terlampir).

b. Teknik non-tes: Alatnya adalah Lembar Pengamatan / Observasi, (Lembar Observasi terlampir)

E.       Validasi data

1. Data kuantitatif

Instrumen / butir soal disusun berdasarkan kisi-kisi agar memperoleh soal Yang BAIK, sehingga Siswa dapat mengerjakan soal Artikel Baru Dan BENAR memperoleh Diskonto Yang memuaskan (JAUH melebihi Diskonto KKM) Yang telah ditentukan oleh Sekolah.

Dalam, penyusunan kisi-kisi Peneliti menggunakan prosedur Sesuai silabus mata pelajaran PKN PADA kelas VIII semester 2 years pelajaran 2012/2013.

Dalam, penyusunan kisi-kisi soal telah dicantumkan tingkat kesukaran, sehingga hormone soal ANTARA Satu Artikel Baru Yang Lain berbeda, inisial dibuat untuk mengukur kemampuan Siswa Dalam, mengikuti proses penelaahan Belajar Mengajar.

2. Data kualitatif

Data kualitatif (misalnya Observasi, wawancara), dapat divalidasi melalui triangulasi:

a. Sumber triangulasi, data yang berasal bahasa Dari beberapa Sumber. (Melalui kolaborasi Artikel Baru Teman sejawat)

b. Triangulasi menggunakan metoda, data berasal bahasa Dari beberapa metoda analisis (Artikel Baru menggunakan beberapa Teknik / Alat pengumpulan data)

 

 

F.       ANALISIS data

1. FARID Manajemen Deskripstif Komparatif

Data kuantitatif menggunakan analisis secara diskriptif komparatif Artikel Baru membandingkan REVENUES perolehan Diskonto bahasa Dari pra siklus, siklus 1 dan siklus 2.

Penghasilan kena pajak dilakukan penelitian, REVENUES PADA pra siklus para Siswa Proforma memuaskan Dalam, arti Masih ADA Siswa Yang mendapat Diskonto di Bawah KKM. Hal inisial dikarenakan PADA pra siklus guru hanya menggunakan Artikel Baru menggunakan metoda ceramah Dan ternyata Penghasilan kena pajak dilakukan pengamatan pembelajaran menggunakan metoda ceramah Artikel Baru membuat Siswa tidak berpartisipasi secara Aktif, bahkan membuat Siswa menjadi pasif, karena hanya menjadi pendengar Siswa Dan Siswa merasa Bosan. Dan ADA JUGA Siswa Yang Bicara Sendiri, tidak memperhatika penjelasan guru, ADA JUGA Yang hanya memandang guru tetapi tidak Tahu Apa Yang disampaikan oleh guru.

Baru adanya pengalaman Belajar seperti itulah Peneliti berusaha memperbaiki menggunakan metoda Mengajar, yaitu Artikel Baru Model pembelajaran Cara berpasangan atau Membuat Pertandingan a. Model pembelajaran inisial diharapkan dapat membangkitkan Semangat Siswa Dalam, mengikuti pembelajaran PKN Dan disisi Lain meningkatkan kwalitas Siswa Sendiri, Serta Mampu meningkatkan Prestasi Sekolah.

Model pembelajaan Membuat Pertandingan dipilih oleh Peneliti karena Model pembelajaran inisial diharapkan dapat membuat Siswa bersemangat mengikuti pembelajaran Illustrasi.

Cara Yang dilakukan Illustrasi Model pembelajaran Membuat Pertandingan a:

a. Siswa diberi penjelasanan oleh guru Yang harus dilakukan oleh Siswa Dalam, pembelajaran nihil.

b. Siswa diberikan Satu Kartu, Anak Perempuan diberi Kartu putih Yang berisi pertanyaan Dan Anak putra diberi Kartu merah Yang berisi jawaban.

c. Penghasilan kena pajak inisial Siswa disuruh keluar kelas, untuk MENCARI pasangannya masing-masing Illustrasi waktu 10 menit.

d. Penghasilan kena pajak ketemu Artikel Baru pasangannya, Siswa masuk Ke kelas, Dan Penghasilan kena pajak selesai semuanya, secara berpasangan Maju Sesuai Urutan nomer soal untuk menyampaikan hasilnya kepada Siswa Yang Lain.

e. Penghasilan kena pajak selesai semuanya, Siswa dianjurkan untuk berbelanja soal Dan jawaban Yang Lain kepada peserta didik Yang Lain, inisial diharapka * Semua Siswa dapat menguasai materi pembelajaran.

f. Apabila ADA Siswa Dalam, MENCARI pasangan keliru, Maka guru tidak memberikan vonis Langsung, namun terlebih kepada PT KARYA CIPTA PUTRA ditawarkan Siswa Yang Lain agar Siswa Yang Lain JUGA ikut berfikir, Dan inisial dapat menumbuhkan Semangat Belajar Siswa. Apabila telah selesai guru memberi Penguatan jawaban.

Penghasilan kena pajak dilakukan pembelajaran Membuat Pertandingan ternyata Siswa merasa lebih bersemangat untuk Senang Dan mengikuti lingkungan kegiatan Belajar Mengajar. Baru membangkitkan rasa Senang Inilah diharapkan dapat mendongkrak Diskonto PKN Yang sebelumnya Diskonto PKN inisial hanya berkisar 75 sampai ANTARA Artikel Baru 82, diharapkan untuk Masa Yang Akan Datang Siswa dapat memperoleh Diskonto Diatas 90.  

2. FARID Manajemen Deskriptif kualitatif

Observasi dilakukan terhadap jalannya pembelajaran. Observasi bertujuan tidak hanya menemukan kendala, tetapi JUGA Hal positif Yang mungkin ditemukan. REVENUES pengamatan ITU dicatat kemudian dinterprestasikan untuk mengambil kesimpulan terhadap proses penelaahan pembelajaran, khususnya menyangkut SIKAP Dan therapy terapi Siswa selama pembelajaran ITU.

Berdasarkan pengamatan REVENUES Illustrasi PT BUMI di Lapangan Peneliti dapat melaporkan:

a. Pra siklus guru Artikel Baru menggunakan menggunakan metoda ceramah Dan ternyata Penghasilan kena pajak dilakukan pengamatan pembelajaran dapat simpulkan Kami:

1) Siswa tidak berpartisipasi secara Aktif.

2) Siswa menjadi pasif.

3) Siswa menjadi Bosan.

4) Siswa Bicara Sendiri, tidak memperhatikan penjelasan guru

5) Siswa tidak berkonsentrasi, Yang dibuktikan Artikel Baru pertanyaan guru tidak dijawab Artikel Baru BENAR.

b. Siklus 1

Baru adanya pengalaman Belajar itulah Peneliti berusaha memperbaiki menggunakan metoda pembelajaran yaitu Artikel Baru Model pembelajaran berpasangan (Membuat Pertandingan a).

Penghasilan kena pajak Model pembelajaran berpasangan Kami terapkan ternyata dapat membangkitkan Semangat Siswa Dalam, mengikuti pembelajaran PKN.

c. Siklus 2

Baru pengalaman pembelajaran Cara Membuat berpasangan Pertandingan membuat Siswa menjadi lebih bergairah Dan pembelajaran lebih menyenangkan. Penghasilan kena pajak Siswa menemukan pasangannya mereka kelihatan Ulasan Sangat bangga, terlebih Lagi Siswa Yang menemukan pasangannya lebih Mutasi bahasa Dari Siswa Yang Lain. Siswa Ulasan Sangat antusias Sekali mempresentasikan REVENUES Yang telah ditemukan di depan kelas diikuti Artikel Baru penjelasannya. Pasangan Yang memberikan penjelasan lengkap ternyata mendapat tepuk Tangan bahasa Dari Siswa secara spontan. Guru memberi Penguatan Dan penghargaan terhadap Siswa Yang dapat memberi penjelasan secara Sempurna. Peneliti selain memberikan Penguatan JUGA memberikan penghargaan. Peneliti memberi Ucapan selamat kepada pasangan Yang Sempurna presentasinya.

G.      Indikator Kinerja

Indikator kinerja dituliskan berdasarkan target / REVENUES Yang Akan dicapai berkaitan Artikel Baru proses imunisasi meliputi pembelajaran Serta REVENUES Belajar (Diskonto Ulangan) Siswa.

1. Indikator kinerja untuk proses imunisasi meliputi pembelajaran, dibuat untuk menargetkan masing-masing Aspek pembelajaran Yang diamati. Misalnya: Siswa Dalam, keberanian bertanya Dan mengemukakan Pendapat, kegairahan Illustrasi mengiuti pembelajaran, Interaksi Siswa Dalam, mengikuti MENCARI pasangan, hubungan Siswa Artikel Baru guru selama pembelajaran lingkungan kegiatan Dan hubungan Artikel Baru Artikel Baru Siswa Siswa Lain selama pembelajaran, Usage Siswa Dalam, pembelajaran, memperhatikan, ikut melakukan lingkungan kegiatan pembelajaran .

2. Indikator kinerja untuk REVENUES Belajar, Peneliti menargetkan PADA pra Siswa mencapai KKM PADA pra siklus 54%. Selanjutnya Indikator kinerja Yang Ingin Peneliti capai untuk siklus PERTAMA PADA 70% dan siklus kedua menargetkan 85%. Peneliti Ingin mencapai Diskonto rata-rata Ulangan Siswa PADA pra siklus 70 , se lanjutnya Peneliti Ingin mencapai Diskonto rata-rata 75 PADA siklus 1, Sedang untuk siklus Ke-2 Peneliti berusaha untuk mencapai Diskonto rata-rata 85.

H.      Prosedur Tindakan

Penelitian tindakan kelas inisial Akan dilakukan Illustrasi 2 siklus, masing-masing Yang siklus meliputi tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan Dan tahap refleksi.

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

1) Mengidentifikasi masalah pembelajaran Yang Muncul.

2) Merencanakan tindakan Yang Akan dilakukan untuk mengatasi masalah Yang Muncul.

3) Merencanakan perangkat pembelajaran meliputi silabus Yang, RPP Yang Sesuai standar proses penelaahan Artikel Baru komponen-komponen Yang Illustrasi lingkungan kegiatan pembelajarannya dirancang Pengembangan strategi Yang meliputi lingkungan kegiatan Yang bersifat: eksplorasi, elaborasi Dan Konfirmasi.

4) Mengembangkan instrumen PENILAIAN (butir soal) Sesuai Artikel Baru langkah-langkah Yang BENAR * Menurut Standar PENILAIAN.

5) Mengembangkan BAHAN (materi) pembelajaran Yang diambil bahasa Dari berbagai Sumber Yang dapat membantu memudahkan Siswa untuk memahai
 


Comments




Leave a Reply

    Author

    Salah Satu Hasil Workshop PTK PKn MGMP PKn Kabupaten Boyolali (17 Desember 2012 - 18 Februari 2013)

    Archives

    March 2013